بسم الله الرحمن الرحيم
Kebanyakan orang mengalami kebingungan dalam hidup ini, tidak jelas mau melakukan apa, tidak semangat dalam menjalani hidup. Itu karena tidak ada energi yang terbarukan dalam diri kita sendiri yaitu misi hidup.
Pernahkah terbersit dalam pikiran kita tentang alasan kita hidup?, mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini?, dan mengapa kita hidup?. Pertanyaan yang sangat dalam sebenarnya. Ketika kita dapat menemukan kepingan puzzle-puzzle kehidupan ini, saat itulah gambar yang indah muncul dari penyatuan puzzle kehidupan tersebut. Misi hidup akan memberikan energi yang luar biasa dalam kehidupan.
Tidak heran tokoh-tokoh besar yang memberikan pengaruh dalam kehidupan ini, mendapatkan energi yang besar dari misi hidup ini. Biar sulit, biar mendapat tentangan, biar mendapat cacian, mereka tetap maju. Rasulullah walaupun dicaci maki, dihina, dan sekalipun diludahi tetap maju mensyiarkan agama Allah yaitu Islam. Tokoh-tokoh besar lainnya seperti Thomas A. Edison, Wright Bersaudara, Malcolm X, Barrack Obama, dan banyak orang yang berada disekitar kita tetap berjalan sesuai misi hidup mereka dan mimpi mereka. Mereka tetap berenergi dan bersemangat menggapai mimpi karena sangat jelas misi hidupnya.
Setiap orang berani hidup juga semestinya berani mati dan memang semua orang semestinya mati kan?. Lalu kenapa kebanyakan dari kita menakuti kematian?. Bukankah itu karena kebanyakan dari kita tidak tahu alasan hidupnya?.
Yuk kita BERHITUNG:
Berapa Usia Sekarang = 24 Tahun
Berapa Usia Baligh = 14 Tahun
Jika Allah mengizinkan, akan hidup sampai usia berapa= 65 Tahun
Berapa jam dalam sehari berkerja = 12 Jam = 1/2 Hari
Berapa jam dalam sehari tidur = 8 Jam = 1/3 Hari
Berapa menit rata-rata dalam sehari sholat = 30 Menit = 0.5 Jam
Waktu Hidup Efektif = Sisa Waktu Efektif – Waktu Tidur – Waktu Kerja
Waktu Hidup Efektif = (Usia “Hidup” – Usia Sekarang) – Waktu Tidur – Waktu Kerja
Waktu Hidup Efektif = (65 – 24 = 41) – (1/3 x 41) – (1/2 x 41)
Waktu Hidup Efektif = 6.9 Tahun !!
Waktu Sholat Sejak Baligh = Rata-rata Sholat per Hari x (Usia Sekarang – Usia Baligh)
Waktu Sholat Sejak Baligh = (0.5 Jam/24 Jam*365 Hari) * (24 – 10)
Waktu Sholat Sejak Baligh = 105 Hari !!
dan untuk Seumur hidup hanya sholat selama 300 Hari saja !!
Waktu hidup efektif akan meningkat secara drastis bila kita melakukan apa apa yang kita sukai atau sesuai dengan passion kita. Jika berkerja dan berusaha dengan senang bukankah sama saja kita menikmati hidup kita alih-alih merasa berat berkerja atau berusaha?
Dengan mengetauhi tujuan kemana kita akan pergi atau apapun yang kita kejar. Tujuan adalah akhir dari perjalanan kita. Dengan mengetahui tujuan hidup kita, maka kita juga akan mengetahui apa yang harus kita lakukan dan tinggalkan.
Tapi itu bukankah harapan kita bisa hidup 65, 70, 100 tahun. Siapa yang tahu kapan kita berpulang? Bisa saja setahun lagi, 3 bulan lagi, 3 hari lagi atau malah jangan-jangan besok kita sudah berpulang ke rahmatulllah? Apa benanr saya selalu beribadah dan sholay hanya 100 hari semenjak saya baligh? Apakah sholat saya sudah khusuk atau pikiran selalu melayan kemana-mana? Apa benar saya selalu disiplin?
Bagaimana kalo jatah hidup kita hanya sampai besok saja?
Apa yang akan kita lakukan dengan hidup kita?
Bagaimana cara kita menjalani hidup kita?
Apa yang akan kita lakukan dengan sisa hidup kita?
Bayangkan tubuh kita terbujur kaku dan terbungkus kain kafan?
Yuk kita ACTION:
Tenang dan Rileks
Pasang musik-musik yang lembut
Bayangkan pemandangan yang sangat indah dan menenangkan
Sambil ber-dzikir juga boleh
tambah wangi-wangian atau aromatheraphy tambah mantap
Sambil
Dalam diri manusia terdapat buku yang mencatat semua kejadian dalam kehidupan,
bayangkan kita sedang membuka buku tersebut dari halaman pertama..
Sejak dari kandungan ibunda,
masa-masa kita di TK,
masa-masa kita di SD,
masa-masa kita di SMP,
masa-masa kita di SMA,
masa-masa kita di Kuliah,
hingga hari terakhirku di dunia,
terbujur disana kaku
terbungkus kafan tak bernafas,
mengingat apa yang sudah kulakukan selama hidupku
saat terbungkus kain kafan tersebut, ingin seperti apa aku dikenang?
Jika ini hari terakhirku, apa kata-kata yang ingin saya dengar dari orang-orang sekitarku?
Apakah saya sudah memeberikan yang terbaik?
Jika ini hari terakhirku, apa yang akan saya tinggalkan?
Apakah saya meninggal sebagai pemenang atau pecundang?
Berapa jam sehari yang saya gunakan untuk bertumbuh?
Berapa jam sehari waktu yang terbuang percuma?
Mau kemana saya menuju?
Tuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini:
1. Jika hari ini adalah hari terakhir saya di dunia, saya ingin dikenang sebagai orang yang ….
Selalu bersyukur kepada allah atas segala nikmatnya, yang bukan hanya bersyukur di mulut melainkan bersyukur dalam keseharian.
“Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memberitahukan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim : 7)
Selalu ikhlas dalam melakukan segala sesuatu dengan niat dan cinta hanya kepada Allah.
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162)
Mencintai keluarga karena merekalah titipan terindah dari Allah yang harus dijaga sebaik-baiknya, selayaknya kita menerima titipan dari orang yang kita cintai.
Sholat 5 waktu dengan disiplin dan ikhlas.
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa : 142)
Memberi, memberi, memberi apapun baik ide, pikiran, ilmu, materi, do’a, senyum atau materi kepada siapapun. Memberi yang gak pake mikir, memberi yang nggak mengharapkan balasan.
“Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikitpun tidak dirugikan (dizalimi).” (QS. Al-An’am : 160)
2. BAYANGKAN, DENGARKAN, dan RASAKAN apa kata-kata terakhir yang ingin kita dengar dari orang-orang sekitar kita.
Ayah,
Jika ini hari terakhir hidupku,
Saya melihat papi memandangku sebagai anak yang sholeh dan selalu mendoakan dan membahagiakan mereka,
Saya mendengar suara tangisan mereka yang kehilangan saya karena sudah membahagiakan mereka walau hidupku yang sangat singkat ini, mengantarkan mereka ke Tanah suci untuk kedua kalinya, ketiga kalinya dan membantu sekolah adik-adikku yang kusayangi,
Saya merasakan dari tubuhku yang kaku ini kecupan hangat dan bulir-bulir air mata karena telah kehilangan anak yang dicintainya.
Ibu,
Jika ini hari terakhir hidupku,
Saya melihat mami memandangku sebagai anak selalu berkomukasi dengan mami, meminta doa dan restu selalu kepada mami, dan senantiasa membahagiakan dan membantu mereka,
Saya mendengarkan suara tangisan dari mami yang kehilangan anak pertamanya yang sangat dibanggakannya dan contoh untuk adit dan adek.
Saya merasakan dari tubuh yang dingin dan kaku itu, pelukan yang hangat dan tetesan air mata karena kehilangan anak yang selalu membahagiakannya.
Saudara,
Jika ini hari terakhir hidupku,
Saya melihat adit dan adek memandangku dan kehilangan sosok panutan untuk mereka dan kehilangan kakak yang selalu mensupport mereka dalam pendidikan
Saya mendengarkan suara tangisan dan mereka sangat kehilangan seorang kakak yang baik dan selalu menjadi inspirasi mereka
Saya merasakan pelukan mereka yang hangat dan tetesan air mata disertai kecupan di kening yang sudah dingin tersebut.
Istri,
Jika ini hari terakhirku,
Saya melihat istriku tersayang menangis tersedu-sedu karena kehilangan suami yang selalu menyayanginya sepenuh hati, menyapa dan membangunkannya dengan penuh cinta, seorang ayah yang mengajarkan dan memberikan contoh yang baik untuk keluarga dan pemimpin untuk keluarga yang adil dan harmonis,
Saya mendengarkan suara tangisan yang merasa sangat kehilangan suami tercinta, hanya bisa menangis dan tak sanggup berkata apa-apa lagi,
Saya merasakan pelukan yang hangat dan ciuman di pipi serta kening di tubuh yang sudah terbungkus kain kafan yg telah kaku dan tak bernyawa.
Anak,
jika ini hari terakhirku,
Saya melihat anak-anakku yang sholeh dan sholehah tetap tegar menghadapi kenyataan, anak-anakku selalu menjaga ibunya dengan cinta dan mereka selalu mendoakan orang tuannya.
Saya mendengarkan tangisan mereka yang kehilngan ayah yang menjadi contoh mereka dan selalu mengarahkan mereka ke jalan yang di-ridhoi Allah,
Saya merasakan pelukan mereka yang hangat dan kecupan di kening, sebagai salam terakhir perpisahan untuk pertemuan di Akhirat kelak.
Teman-Teman dan Lingkungan,
Jika ini hari terakhirku,
Saya melihat mereka sangat kehilangan orang yang selalu jujur, bersahaja, dan selalu ikhlas saat menolong mereka,
Saya mendengarkan suara-suara kesedihan karena telah kehilangan seorang teman yang menjadi inspirasi mereka yang selalu menolong mereka yang jujur yang selalu bersahaja
Saya merasakan mereka menggotong tubuh kaku dan dingin tersebut dan menguburkannya di liang lahat dengan ringan.
Lanjutkan dengan membuat Misi Pribadi kita, bisa dimulai dengan makna kehidupan menurut kita, tujuan hidup kita, mengapa Allah menciptakan kita, hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan kita tersebut.
Hidup adalah petualangan yang sangat mengasyikan menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kehidupan semakin bermakna jika senantiasa bersyukur, ikhlas dalam mengerjakan setiap hal, berdoa untuk sebelum bertualang menggapai cita-cita.
Tujuan hidupku adalah kembali kepada Allah, berjalan di jalan yang di-ridhoi allah, menjaga dengan sebaik-baiknya titipan Allah dan menjadi khalifah untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain. “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162).
Petualangan hidup dimulai dengan Doa, memohon disucikan diriku, dijernihkan pikiranku dan dimudahkan jalan-ku.
Jalur petualangan di desain dari mimpi-mimpi besar diiringi doa
Saat Bertualang senantiasa bersyukur, ikhlas saat menjalaninya, jujur dalam perjalanannya dan memberi, memberi, memberi apapun yang bermanfaat dan mencerahkan.
Untuk dapat senantiasa memberi akan lebih mudah jika menjadi financial freedom dengan berinvestasi di properti dan emas. Lalu akan menjadi semakin bermakna jika hidup dengan passion dengan membangun perusahaan di bidang Pendidikan yang mampu mengembangkan potensi anak dengan mengaktifkan Spiritual Quoetien ditambah dengan Intelectual Quoetien, Emotional Quoetien, dan Financial Quoetien. Hingga 1 juta anak Indonesia dapat berkembang dan menjadikan Indonesia Leader pada masa-nya.
Impian ini akan sangat gampang tercapai jika mampu memecah-mecahnya dalam langkah-langkah kecil dan selalu fleksibel untuk mencapai tujuan akhir. Semakin hari semakin bersyukur, semakin ikhlas dan semakin kaya, serta semakin banyak berbagi.
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai mereka merubah sendiri keadaan yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’d : 11)
Semua bermula dari misi hidupku ini, yang menginginkan kembali kepadanya setelah dapat menjadi khalifah untuk dirinya dan menjadi rahmatan lil’ alamin untuk semuanya. Tidak akan mati sebelum berarti.
“Vision without action is only a dream, action without vision is only merely passing out of time, but vision with action can definitely change the world!”
Mohon taubat dan ampunannya =)
Salam Pencerahan,

Navigator yang juga sedang mencorat-coret misi hidup
Map 2.0 Update 18/04/2011