Kaya dari property itu (tidak) gampang

A: “Saya ingin menjadi orang kaya dari property, mas”

B:”Bagaimana caranya kamu bisa jadi kaya, orang kamu itu keturunan kere”

A: “Pokoknya saya ingin kayak pak ciputra” B:”Mimpi aja kamu, hahahahaha”

 

Mimpi doang nggak bayar ini kan hehehe. Jadikan mimpi itu kenyataan, wujudkan dengan aksi nyata.

Berbisnis property itu (tidak) mudah

A:“Berbisnis property itu susah mas, modalnya harus gede-gedean.”

B:”Iya betul, memang butuh modal. Tapi yang paling penting usaha apapun itu adalah
mental dan cara yang tepat”

A:“Ngomong sih gampang mas, memangnya mental apa tepatnya yang dibutuhkan?.”

 

Apapun usahanya, apapun minumannya yang penting itu jujur dan tanggung-jawab.

 

Hukum 250: Hukum Paling Powerful Sedunia !!

Ada hal yang menarik saat mendengar Joe Girard “World Greatest Salesman” yang memegang rekor dunia penjualan. Joe Girard berkata ”setiap apapun yang kita lakukan pada orang lain akan, kembali kepada kita sebanyak 250 kalinya”.

Setiap kita berkata bohong, maka sebanyak 250 orang yang tahu bahwa kita berbohong. Setiap kita berkata jujur dan berbuat baik, maka sebanyak 250 orang juga yang akan tahu perbuatan baik kita tersebut.

Mungkin banyak orang akan berkata, “ah kalo hukum ini sih, anak kecil baru lahir juga tahu”. Ya memang betul begitu, tapi apakah kita sudah berbuat baik dan berkata jujur kepada orang lain hari ini (ini juga PR yang penting untuk saya !!).

Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS Lukman:22)

Mulai hari ini saya berkonspirasi dan berkomitmen untuk selalu berbuat baik dan berkata jujur dengan orang-orang disekitar ku. Hari ini saya akan menanam bibit manis yang akan dipetik buah manis tersebut masa depan.

 

(Peta Diri) Misi Hidup adalah Energi yang Terbarukan

بسم الله الرحمن الرحيم

Kebanyakan orang mengalami kebingungan dalam hidup ini, tidak jelas mau melakukan apa, tidak semangat dalam menjalani hidup. Itu karena tidak ada energi yang terbarukan dalam diri kita sendiri yaitu misi hidup.

Pernahkah terbersit dalam pikiran kita tentang alasan kita hidup?, mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini?, dan mengapa kita hidup?. Pertanyaan yang sangat dalam sebenarnya. Ketika kita dapat menemukan kepingan puzzle-puzzle kehidupan ini, saat itulah gambar yang indah muncul dari penyatuan puzzle kehidupan tersebut. Misi hidup akan memberikan energi yang luar biasa dalam kehidupan.

Tidak heran tokoh-tokoh besar yang memberikan pengaruh dalam kehidupan ini, mendapatkan energi yang besar dari misi hidup ini. Biar sulit, biar mendapat tentangan, biar mendapat cacian, mereka tetap maju. Rasulullah walaupun dicaci maki, dihina, dan sekalipun diludahi tetap maju mensyiarkan agama Allah yaitu Islam. Tokoh-tokoh besar lainnya seperti Thomas A. Edison, Wright Bersaudara, Malcolm X, Barrack Obama, dan banyak orang yang berada disekitar kita tetap berjalan sesuai misi hidup mereka dan mimpi mereka. Mereka tetap berenergi dan bersemangat menggapai mimpi karena sangat jelas misi hidupnya.

Setiap orang berani hidup juga semestinya berani mati dan memang semua orang semestinya mati kan?. Lalu kenapa kebanyakan dari kita menakuti kematian?. Bukankah itu karena kebanyakan dari kita tidak tahu alasan hidupnya?.

Yuk kita BERHITUNG:
Berapa Usia Sekarang = 24 Tahun
Berapa Usia Baligh = 14 Tahun
Jika Allah mengizinkan, akan hidup sampai usia berapa= 65 Tahun
Berapa jam dalam sehari berkerja = 12 Jam = 1/2 Hari
Berapa jam dalam sehari tidur = 8 Jam = 1/3 Hari
Berapa menit rata-rata dalam sehari sholat = 30 Menit = 0.5 Jam

Waktu Hidup Efektif = Sisa Waktu Efektif – Waktu Tidur – Waktu Kerja
Waktu Hidup Efektif = (Usia “Hidup” – Usia Sekarang) – Waktu Tidur – Waktu Kerja
Waktu Hidup Efektif = (65 – 24 = 41) – (1/3 x 41) – (1/2 x 41)
Waktu Hidup Efektif = 6.9 Tahun !!

Waktu Sholat Sejak Baligh = Rata-rata Sholat per Hari x (Usia Sekarang – Usia Baligh)
Waktu Sholat Sejak Baligh = (0.5 Jam/24 Jam*365 Hari) * (24 – 10)
Waktu Sholat Sejak Baligh = 105 Hari !!
dan untuk Seumur hidup hanya sholat selama 300 Hari saja !!

Waktu hidup efektif akan meningkat secara drastis bila kita melakukan apa apa yang kita sukai atau sesuai dengan passion kita. Jika berkerja dan berusaha dengan senang bukankah sama saja kita menikmati hidup kita alih-alih merasa berat berkerja atau berusaha?

Dengan mengetauhi tujuan kemana kita akan pergi atau apapun yang kita kejar. Tujuan adalah akhir dari perjalanan kita. Dengan mengetahui tujuan hidup kita, maka kita juga akan mengetahui apa yang harus kita lakukan dan tinggalkan.

Tapi itu bukankah harapan kita bisa hidup 65, 70, 100 tahun. Siapa yang tahu kapan kita berpulang? Bisa saja setahun lagi, 3 bulan lagi, 3 hari lagi atau malah jangan-jangan besok kita sudah berpulang ke rahmatulllah? Apa benanr saya selalu beribadah dan sholay hanya 100 hari semenjak saya baligh? Apakah sholat saya sudah khusuk atau pikiran selalu melayan kemana-mana? Apa benar saya selalu disiplin?

Bagaimana kalo jatah hidup kita hanya sampai besok saja?
Apa yang akan kita lakukan dengan hidup kita?
Bagaimana cara kita menjalani hidup kita?
Apa yang akan kita lakukan dengan sisa hidup kita?
Bayangkan tubuh kita terbujur kaku dan terbungkus kain kafan?

Yuk kita ACTION:
Tenang dan Rileks
Pasang musik-musik yang lembut
Bayangkan pemandangan yang sangat indah dan menenangkan
Sambil ber-dzikir juga boleh
tambah wangi-wangian atau aromatheraphy tambah mantap

Sambil

Dalam diri manusia terdapat buku yang mencatat semua kejadian dalam kehidupan,
bayangkan kita sedang membuka buku tersebut dari halaman pertama..
Sejak dari kandungan ibunda,
masa-masa kita di TK,
masa-masa kita di SD,
masa-masa kita di SMP,
masa-masa kita di SMA,
masa-masa kita di Kuliah,
hingga hari terakhirku di dunia,
terbujur disana kaku
terbungkus kafan tak bernafas,
mengingat apa yang sudah kulakukan selama hidupku
saat terbungkus kain kafan tersebut, ingin seperti apa aku dikenang?
Jika ini hari terakhirku, apa kata-kata yang ingin saya dengar dari orang-orang sekitarku?
Apakah saya sudah memeberikan yang terbaik?
Jika ini hari terakhirku, apa yang akan saya tinggalkan?
Apakah saya meninggal sebagai pemenang atau pecundang?
Berapa jam sehari yang saya gunakan untuk bertumbuh?
Berapa jam sehari waktu yang terbuang percuma?
Mau kemana saya menuju?

Tuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini:
1. Jika hari ini adalah hari terakhir saya di dunia, saya ingin dikenang sebagai orang yang ….

Selalu bersyukur kepada allah atas segala nikmatnya, yang bukan hanya bersyukur di mulut melainkan bersyukur dalam keseharian.

“Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memberitahukan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim : 7)

Selalu ikhlas dalam melakukan segala sesuatu dengan niat dan cinta hanya kepada Allah.

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162)

Mencintai keluarga karena merekalah titipan terindah dari Allah yang harus dijaga sebaik-baiknya, selayaknya kita menerima titipan dari orang yang kita cintai.

Sholat 5 waktu dengan disiplin dan ikhlas.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa : 142)

Memberi, memberi, memberi apapun baik ide, pikiran, ilmu, materi, do’a, senyum atau materi kepada siapapun. Memberi yang gak pake mikir, memberi yang nggak mengharapkan balasan.

Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikitpun tidak dirugikan (dizalimi).” (QS. Al-An’am : 160)


2. BAYANGKAN, DENGARKAN, dan RASAKAN apa kata-kata terakhir yang ingin kita dengar dari orang-orang sekitar kita.
Ayah,

Jika ini hari terakhir hidupku,

Saya melihat papi memandangku sebagai anak yang sholeh dan selalu mendoakan dan membahagiakan mereka,

Saya mendengar suara tangisan mereka yang kehilangan saya karena sudah membahagiakan mereka walau hidupku yang sangat singkat ini, mengantarkan mereka ke Tanah suci untuk kedua kalinya, ketiga kalinya dan membantu sekolah adik-adikku yang kusayangi,

Saya merasakan dari tubuhku yang kaku ini kecupan hangat dan bulir-bulir air mata karena telah kehilangan anak yang dicintainya.

Ibu,

Jika ini hari terakhir hidupku,

Saya melihat mami memandangku sebagai anak selalu berkomukasi dengan mami, meminta doa dan restu selalu kepada mami, dan senantiasa membahagiakan dan membantu mereka,

Saya mendengarkan suara tangisan dari mami yang kehilangan anak pertamanya yang sangat dibanggakannya dan contoh untuk adit dan adek.

Saya merasakan dari tubuh yang dingin dan kaku itu, pelukan yang hangat dan tetesan air mata karena kehilangan anak yang selalu membahagiakannya.

Saudara,

Jika ini hari terakhir hidupku,

Saya melihat adit dan adek memandangku dan kehilangan sosok panutan untuk mereka dan kehilangan kakak yang selalu mensupport mereka dalam pendidikan

Saya mendengarkan suara tangisan dan mereka sangat kehilangan seorang kakak yang baik dan selalu menjadi inspirasi mereka

Saya merasakan pelukan mereka yang hangat dan tetesan air mata disertai kecupan di kening yang sudah dingin tersebut.

Istri,

Jika ini hari terakhirku,

Saya melihat istriku tersayang menangis tersedu-sedu karena kehilangan suami yang selalu menyayanginya sepenuh hati, menyapa dan membangunkannya dengan penuh cinta, seorang ayah yang mengajarkan dan memberikan contoh yang baik untuk keluarga dan pemimpin untuk keluarga yang adil dan harmonis,

Saya mendengarkan suara tangisan yang merasa sangat kehilangan suami tercinta, hanya bisa menangis dan tak sanggup berkata apa-apa lagi,

Saya merasakan pelukan yang hangat dan ciuman di pipi serta kening di tubuh yang sudah terbungkus kain kafan yg telah kaku dan tak bernyawa.

Anak,

jika ini hari terakhirku,

Saya melihat anak-anakku yang sholeh dan sholehah tetap tegar menghadapi kenyataan, anak-anakku selalu menjaga ibunya dengan cinta dan mereka selalu mendoakan orang tuannya.

Saya mendengarkan tangisan mereka yang kehilngan ayah yang menjadi contoh mereka dan selalu mengarahkan mereka ke jalan yang di-ridhoi Allah,

Saya merasakan pelukan mereka yang hangat dan kecupan di kening, sebagai salam terakhir perpisahan untuk pertemuan di Akhirat kelak.

Teman-Teman dan Lingkungan,

Jika ini hari terakhirku,

Saya melihat mereka sangat kehilangan orang yang selalu jujur, bersahaja, dan selalu ikhlas saat menolong mereka,

Saya mendengarkan suara-suara kesedihan karena telah kehilangan seorang teman yang menjadi inspirasi mereka yang selalu menolong mereka yang jujur yang selalu bersahaja

Saya merasakan mereka menggotong tubuh kaku dan dingin tersebut dan menguburkannya di liang lahat dengan ringan.

Lanjutkan dengan membuat Misi Pribadi kita, bisa dimulai dengan makna kehidupan menurut kita, tujuan hidup kita, mengapa Allah menciptakan kita, hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan kita tersebut.

Hidup adalah petualangan yang sangat mengasyikan menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kehidupan semakin bermakna jika senantiasa bersyukur, ikhlas dalam mengerjakan setiap hal, berdoa untuk sebelum bertualang menggapai cita-cita. 

Tujuan hidupku adalah kembali kepada Allah, berjalan di jalan yang di-ridhoi allah, menjaga dengan sebaik-baiknya titipan Allah dan menjadi khalifah untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain. “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162). 

Petualangan hidup dimulai dengan Doa, memohon disucikan diriku, dijernihkan pikiranku dan dimudahkan jalan-ku.

Jalur petualangan di desain dari mimpi-mimpi besar diiringi doa

Saat Bertualang senantiasa bersyukur, ikhlas saat menjalaninya, jujur dalam perjalanannya dan memberi, memberi, memberi apapun yang bermanfaat dan mencerahkan. 

Untuk dapat senantiasa memberi akan lebih mudah jika menjadi financial freedom dengan berinvestasi di properti dan emas. Lalu akan menjadi semakin bermakna jika hidup dengan passion dengan membangun perusahaan di bidang Pendidikan yang mampu mengembangkan potensi anak dengan mengaktifkan Spiritual Quoetien ditambah dengan Intelectual Quoetien, Emotional Quoetien, dan Financial Quoetien. Hingga 1 juta anak Indonesia dapat berkembang dan menjadikan Indonesia Leader pada masa-nya.

Impian ini akan sangat gampang tercapai jika mampu memecah-mecahnya dalam langkah-langkah kecil dan selalu fleksibel untuk mencapai tujuan akhir. Semakin hari semakin bersyukur, semakin ikhlas dan semakin kaya, serta semakin banyak berbagi.

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai mereka merubah sendiri keadaan yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’d : 11)

Semua bermula dari misi hidupku ini, yang menginginkan kembali kepadanya setelah dapat menjadi khalifah untuk dirinya dan menjadi rahmatan lil’ alamin untuk semuanya. Tidak akan mati sebelum berarti.

“Vision without action is only a dream, action without vision is only merely passing out of time, but vision with action can definitely change the world!”

Mohon taubat dan ampunannya =)

Salam Pencerahan,

Navigator yang juga sedang mencorat-coret misi hidup

Map 2.0 Update 18/04/2011



(Peta Diri) Saya adalah orang paling bahagia sedunia

Hidup adalah petualangan yang menyenangkan !!

Apakah kita menyukai hidup kita atau justru membencinya?. Tahukah kita kalau salah satu elemen kunci mencapai kesuksesan, kekayaan, atau apapun yang orang sudah sukses inginkan adalah hidup dengan hati alias menyukai hidup ini.

Kebanyakan dari kita termasuk saya sendiri pun pernah merasakan hidup ini berat, hidup itu membingungkan, hidup itu kok menyusahkan banget ya?. Walaupun itu bukan sepenuhnya salah kita juga. Seberapa kita menyenangi hidup sangat bergantung dengan berbagai..

Faktor penanam konsep diri kita
1. Orang yang berada sekitar kita.

  • Orang tua
  • Keluarga
  • Guru
  • Pasangan
  • Teman
  • Pembantu *Serius ini hehehe, khusus anak-anak yang keseringan ditinggal sama pembantu-nya*

2. Intensitas Emosi yang sangat tertanam dalam diri.
Contohnya saat seorang anak yang mendapatkan nilai 3 dari 10 dalam pelajaran matematika, sang orangtua dengan marah bilang kepada si anak “BODOH KAMU”, masa matematika dapat 3. Anak tetangga saja Rangking 1 terus”. Nah lho, bayangkan apa yang terjadi dengan anak tersebut.

3. Pengulangan atau Repetisi.
Orangtua bilang bodoh, Guru bilang bodoh, Teman bilang bodoh. Maka akan terjadi generalisasi bahwa diri anak tersebut bodoh.

Cara kita menerima diri sendiri akan mempengaruhi kita dalam berpikir, bersikap dan bertindak dalam hal apapun misalnya: Relationship, Keuangan, Kesehatan dan Kesuksesan.

Orang yang mencintai dan menerima dirinya sendiri akan semakin mendekati nilai-nilai yang dapat mendukung mencapai tujuan hidup kita. Dengan menerima diri kita akan membuat kita mempunyai:

  • Keyakinan diri yang besar
  • Berani sukses
  • Disiplin
  • Produktif
  • Ramah
  • Pemaaf
  • Sopan
  • Selalu Mendukung
  • Mempunyai tujuan yang jelas.

Kita hanya harus konsisten melakukan aktifitas dan hal-hal sesuai dengan nilai-nilai yang dapt membantu pencapaian tujuan hidup kita.Lalu bagaimana cara kita mencintai dan menghargai diri kita sendiri ?.

Yuk kita ACTION:
1. Carilah BIG WHY atau alasan yang sangat kuat untuk kita bertransformasi menjadi lebih baik.
Alasan yang sangat menyedihkan jika kita tidak mencapainya?

Contohnya saya:

  • Membayangkan dan merasakan jika kedua orang tua dan adik-adik saya sakit, bagaimana saya membayar biaya pengobatannya jika mereka sakit?.
  • Membayangkan dan merasakan jika anak dan istri saya sakit, bagaimana saya dapat menanggung biaya pengobatan jika mereka sakit?.
  • Membayangkan dan merasakan perihnya perasaan tidak sanggup jika hanya bisa berdiam diri saat adik saya Arin, sakit dan hanya seperti mayat hidup karena salah pengobatan dari dokter. Saya tidak bisa berbuat apa-apa.
  • Membayangkan dan merasakan betapa sedihnya saya tetap seperti ini, bagaimana adik-adik saya Adit dan Adek bisa sekolah??. Sedangkan Orangtua saya sudah mau pensiun, apa yang bisa saya lakukan jika saya tetap seperti ini?
  • Membayangkan dan merasakan bagaimana jika saya tetap seperti ini, memberikan tauladan dan memimpin keluarga saya sedangkan diri saya sendiri pun tidak bisa saya pimpin?
  • Membayangkan, mendengarkan dan merasakan betapa gelap dan sempitnya kuburan, jika saya tetap berbuat dosa dan terus menerus khilaf seperti ini.
  • Membayangkan, mendengarkan dan merasakan betapa kesepiannya saya jika saya tidak mampu senyum, salam dan berkomunikasi dengan setiap orang.

Alasan yang sangat menyenangkan jika kita dapat mencapainya?

Contohnya saya,

  • Membayangkan, mendengarkan dan merasakan adik-adik dan anak saya lulus wisuda dengan jurusan sesuai passion-nya. Betapa bahagianya saya =).
  • Membayangkan, mendengarkan dan merasakan keluarga saya sehat dan penuh senyum setiap hari.
  • Membayangkan, mendengarkan dan merasakan anak-anak menauladani ayah-nya karen sudah mampu memimpin dan membimbing dirinya sendiri dan keluarganya.
  • Membayangkan, mendengarkan dan merasakan kuburan saya terang, lapang dan adem. Keluarga dan lingkungan saya merasa sangat kehilangan orang yang mereka cintai dan sudah membantu mereka dengan ikhlas.
  • Membayangkan, mendengarkan dan merasakan hidup saya sangatlah menyenangkan karena saya bersyukur setiap hari, berkomitmen dan disiplin beribadah kepada Allah. Hidupku sangat menyenangkan!.
  • Membayangkan, mendengarkan dan merasakan rumah saya yang hangat dengan penuh tawa bersama keluarga.

2. Memaafkan, ini terapi yang sangat luar biasa dahsyat.

Cukup memaafkan kejadian masa lalu, yang sudah lewat, yang sudah menjadi sejarah. Memaafkan akan memberikan perasaan yang plong dan energi yang luar biasa untuk kita beraktifitas. Caranya?

  • Ambil kejadian masa lalu yang buruk dan sangat tertanam dalam hati kita. Rasakan sakitnya, bayangkan kejadian tersebut dan dengarkan saat kita dalam kondisi tersebut.
  • Minta Maaf dengan ikhlas orang yang sudah menyakiti kita dan atau yang pernah kita sakiti. Benar minta maaf dengan orang yang menyakiti kita, nggak salah tulis kok. Ini merupaka tantangan buat kita untuk menghasilkan Quantum Iklhas. Sekali melakukannya, maka energi untuk anda akan melesat bagaikan quantum.
  • Datangi dan meminta maaflah. Ya, harus di datangi sendiri teman.
  • Sekarang isilah list meminta maaf ini:

Orang-orang yang pernah menyakiti dan disakiti Kapan akan meminta maaf

Saya akan meminta maaf pada orang-orang dibawah ini                         pada tanggal

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

  • Kita juga mengambil hikmah apa yang terjadi dan bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi. Dunia diluar diri kita hanyalah cerminan diri kita. Jangan hanya menyalahkan kondisi dan orang lain.
  • Syukuri diri ini dan minta maaf kepada allah niscaya jalan kita akan dimudahkan. Karena kita sudah ditakdirkan menjadi sukses dan luar biasa.

Saya sendiri contohnya, pernah marah dengan dosen pembimbing saya. marah dan benci pokoknya. Sampai akhirnya memaafkan, mengikhlaskan dan minta maaf secara langsung kepada dosen saya ini. Toh karena kejadian tersebut, malah memecut saya menjadi lebih baik dan malah jauh lebih baik dari harapan saya yang dulu. Mundur satu langkah untuk maju seribu langkah benar adanya.
Hikmah yang bisa saya ambil karena kejadian itu:

  • Saya seharusnya disiplin.
  • Saya seharusnya jujur pada diri sendiri dan orang lain.
  • Saya seharusnya fokus dalam mengerjakan sesuatu.
  • Saya seharusnya komunikatif jika ada kemajuan atau ada masalah.
  • Saya seharusnya memiliki komitmen.

Tetapi itulah malah justru menjadi pelajaran yang paling berharga dibandingkan hanya sebuah titel Sarjana Teknik dari sebuah Institut No.1 di Indonesia. Syukur Alhamdulillah kepada Allah.

3. Menjadi Bayi Lagi, iya nggak salah dengar hehehe. Begini caranya;

  • Lihatlah bayi-bayi manis sekitar kita mau anak, adik atau anak tetangga. Dengarkan tertawa dan tangis bayi tersebut. Rasakan kelembutan kulit bayi. Cium Baunya, bau khas bayi yang tanpa dosa dan suci tersebut.
  • Tenang dan rileks.
  • Atur posisi kita seperti bersujud layaknya kita di kandungan ibunda atau tiduran layaknya kita di dekapan ibunda.
  • Sambil rileks dan bernafas perut ala bayi, mundurkan kenangan kita yang indah saat..

Kuliah..
SMA..
SMP..
SD Kelas 6..
SD Kelas 5..
SD Kelas 4..
SD Kelas 3..
SD Kelas 2..
SD Kelas 1..
TK..
Saat kita masih bayi.. saat dipeluk hangat, saat didekap ibunda, saat dicium ibunda..

Rasakan hangatnya pelukan tersebut, rasakan dunia tersenyum karena senyum kita..
5. Berdoa kepada Allah

Ya Allah ini lah saat diriku suci, tanpa cela dan tanpa dosa
Maafkan aku ya Allah
Ampuni aku ya Allah
Ampuni dan maafkan dosa yang telah kuperbuat atau yang orang lain perbuat
Kembalikan aku ke hakikat saat dilahirkan

Saya sendiri saat melakukan ini, sampai menangis tersedu-sedu seperti bayi. Namun setelahnya merasa sangat lega dan plong sekali. Pengalaman yang luar bisa.
Sesungguhnya kekhilafan hanyalah miliku, dan segala sesuatu hanyalah milik Allah.

Salam Pencerahan,

Navigator yang sedang merenungi dan melihat peta diri.

Map 1.0 Update 16/04/2011

(Peta Diri) Menjadi Pahlawan Bertopeng

بسم الله الرحمن الرحيم

Pernahkah waktu kecil ingin menjadi pahlawan atau jadi orang yang hebat?. Saya sendiri waktu kecil ingin menjadi seperti Kotaro Minami yang bisa berubah menjadi Ksatria Baja Hitam. Alhasil pada tahun 90′an, konon seorang yang namanya Aldien adalah seorang yang hyperaktif, loncat sana, tendang sini hahahaha. Kalau sulit membayangkan, bisa nonton Sinchan yang sedang beraksi menjadi Pangeran Bertopeng bip.. bip.. bip..

Ya, itulah anak-anak yang sangat gampang meniru atau istilah kerennya memodel orang lain, terutama yang sangat dikagumi. Lah, kalau orang dewasa yang pikiranya suda keras kayak batu ini apa bisa memodel orang lain?. Jawabannya adalah sangat bisa.

Sekitar 30 tahunan yang lalu Richard Bandler memodel terapis legendaris di Amerika sana dari Virginia Satir sampai Milton Errikson. Dengan mengamati dan menerapkan cara yang sama, efek dan hasilnya sama memuaskan dengan terapis yang aslinya.

Dalam Proses belajar juga sebenarnya kita sedang memodel, buktinya sekarang kita membaca dan menghitung. Makanya kalau gurunya pandai menerangkan dan si anak jadi menyukai pelajarannya tersebut. Bisa ditebak betapa cepatnya pembelajaran yang anak tersebut dapatkan. Sama saja dengan kita bisa saja memodel Pengusaha sukses, Pembicara sukses, Udtadz yang sangat menyentuh hati kita, atau siapapun pahlawan kita dan merasa terinspirasi olehnya.

Syaratnya adalah

Amati,
lihat jejak dan pola yang sudah ditinggalkan, baca biografi mereka dan lihat dokumentasi mereka. Akan lebih baik lagi kita bertemu secara langsung, entah dengan cara berkerja dengan mereka, entah dengan cara berkerja sama dengan mereka, entah dengan belajar langsung dengan mereka. Ada banyak cara untuk mengamati. Lalu…

Tirulah dan Berpura-Puralah dengan sungguh-sungguh,
cukup berpura-pura sudah sesukses beliau, seperti cara beliau berbicara, cara beliau berpikir, cara beliau bertindak, cara beliau berjalan. Dengan berpura-pura dengan sungguh-sungguh lalu kita melakukan proses…

Modifikasi,
Yang sesuai dengan Nilai-Nilai kita, sesuai dengan Passion kita, sesuai dengan Tujuan hidup kita. Percayalah bahwa setiap orang sukses selalu meninggalkan jejak dan polanya dan hal yang sebaliknya juga berlaku. Setelah itu merupakan hak kita untuk memilih.

Yuk kita ACTION:
1. Pasang foto senyum kita yang menggambarkan kesuksesan di bidang yang diinginkan. Foto editan photoshop juga boleh, lebih bagus lagi kalau asli hehehe.

  • Kalau suka dengan mobil, pasang foto diri kita di depan mobil. Siapa tahu jadi pembalap seperti Fernando Alonso atau sales mobil sukses atau pemilik toko jual beli mobil/bengkel.
  • Kalau suka dengan rumah, pasang foto kita di depan rumah bagus atau rumah yang sedang dibangun. ohya jangan lupa senyuuummmm cheeessse *nyengir bayi*
  • Kalau ingin menjadi Pembicara atau Artis, ya pajang foto kita di depan keramaian. Mau di depan demo atau di depan konser yang penting mejeng hehehe.

Lalu pajang ditempat strategis seperti di tempat makan, di atap tepat di atas bantal tidur kita atau depan kloset hehehe *serius tuh di depan closet*

2.Kita pasti punya tokoh idola kan? coba tutup mata, tarik nafas perlahan, hembuskan, tarik nafas perlahan, rasakan udara disekitar tubuh kita.

Bayangkan tokoh idola anda, misalnya saya mengagumi pak jusuf kalla.

  • Ada dimana tokoh idola anda?

Pak Jusuf Kalla muncul di depan saya.

  • Muncul di tengah atau kanan atau kiri anda?

Muncul di kanan saya.

  • Berapa jaraknya dengan kita? jauh? dekat? berapa meter jaraknya?

Dekat sekali, sekitar 1 meter.

  • Gambarnya 2D atau 3D?

Jelas sekali, 3 Dimensi.

  • Bagaimana perasaan saat melihat orang yang dikagumi tersebut?

Senang sekali bisa bertemu dengan pak Jusuf Kalla.

  • Apakah mendengar suara?

Waaaah, inilah orang sukses.. Akhirnya bisa ketemu juga.

Sekarang berbicang-bincang secara imajiner dengan tokoh idola, lebih paten lagi kalau sebelumnya sudah membaca biografi yang bersangkutan atau setelah mengamati cara berpikir dan cara bertindak tokoh idola tersebut.

Sekarang tanyakan kepada tokoh idole tersebut, apa kunci suksesnya?

  • Memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia.
  • Ikhlas dalam melakukan apapun.
  • Jujur
  • Melihat kondisi, jika dapat memberikan perubahan yang lebih cepat dan lebih baik untuk negara harus segera transformasi.
  • Komunikasi dan negosisi kuncinya *TOP Negosiator nih pas JK*
  • Ambil tindakan (ACTION) dengan segera!! *Lebih Cepat Lebih Baik hehehe*

Lalu bilang ke tokoh idola tersebut,
“Pak.. Pak.. kunci suksesnya boleh saya ambil buat saya yaaa”
Kuncinya sudah dipegang, tinggal kita yang buka pintu kesuksesannya deh V(^_^)

Oke, Sekarang

  • Tempat Tokoh Idola anda ada lingkaran berdiameter 1 meter yang diterangi cahaya lampu sorot seperti dalam Mr. Bean.

  • Lihat diri kita dalam keadaan penuh semangat setelah mengambil kunci sukses tokoh idola.
  • Sekarang melangkahlah kedalam lingkaran tersebut.
  • Rasakan semangat tersebut menyatu dalam diri kita.
  • Lihat, Dengar dan Rasakan pujian, tepuk tangan dan support saat kita sukses melakukan dengan suatu hal (misalnya wisuda atau memenangkan sesuatu) lalu asosiasikan dengan perasaan semangat setelah bertemu tokoh idola dan mengambil kunci suksesnya.
  • Buat perasan senang tersebut menggelora 10 kali lipat dari perasaan sekarang, kalau perlu meloncat-loncat kegirangan (bayangkan saat kita memenangkan sesuatu dan memegang kunci sukses tersebut)
  • Set anchor, seperti menjentikan jari, memegang kuping, mengepalkan lengan, atau apapun yang unik. Sambil mendengarkan lagu yang bersemangat seperti Bon Jovi-It’s My Life, atau apapun deh untuk mengingatkan kita bahwa kita telah sukses mengambil kunci dari tokoh idola tersebut.

Sudah??

  • Sekarang keluar dari lingkaran cahaya tersebut.
  • Bersyukur kepada Allah. “Alhamdulillah”.

Salam Pencerahan,

Navigator yang sedang menggambar peta kehidupan

Map 1.1 Update 15/04/2011

(Peta Diri) Buruk Muka, Cermin “Jangan” Dibelah

بسم الله الرحمن الرحيم

Ada Pepatah “Buruk Muka, Cermin Dibelah”, bearti kalo muka kita yang jelek, pecahin aja cermin-nya hehehe.

Semua orang pasti ingin bahagia dan sukses setiap hari, memulai hari dengan penuh energi dan semangat. Kuncinya adalah “bercermin”.

Pernahkah kita saat bangun pagi, langsung bercermin dan mengamati orang yang ada seberang sana.

Cermin, cermin, cermin..
saya mau bertanya,
dia yang diseberang sana,
terlihat seperti apa

apakah terlihat bodoh?
apakah terlihat tidak berharga?
apakah dia seorang pemalu?
apakah dia seorang yang malas?
apakah dia seorang yang tidak bersemangat?

ataukah

dia seorang yang gagah
dia selalu bersyukur
dia seorang yang kompeten
dia seorang yang antusias
dia selalu ikhlas melakukan semua hal
dia seorang yang penuh keyakinan

cermin engkau benda mati
ataukah
refleksi suara hati?

Salah satu elemen kunci kebahagiaan adalah cara kita memandang diri kita sendiri. Dunia di luar kita bertindak layaknya cermin diri kita.

Bila hari ini, dunia tidak mau menegur,
cermin diri mengatakan ternyata saya tidak mau menegur orang.

Bila hari ini, dunia orang tidak mau tersenyum,
cermin diri mengatakan ternyata saya tidak tersenyum kepada semua orang.

Bila hari ini, dunia tidak mau membantu kita,
Bukankah diri kita sendiri yang tidak pernah membantu orang atau tidak ikhlas saat menolong orang.

Bila hari ini, dunia berbohong kepada kita,
BUkankah diri kita sendiri yang tidak pernah jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain.

Bila hari ini, dunia membenci kita,
Bukankah diri kita sendiri yang tidak pernah memberikan cinta setulus hati.

Cara memandang diri kita-lah kuncinya, walaupun ada banyak faktor di masa lalu yang membentuk cerminan diri kita. Mari kita mengikhlaskan dan memaafkah semua yang ada di masa lalu kit, bukankah masa lalu hanyalah sebuah sejarah. Apapun bentuknya, apapun ceritanya, semua hanya menggoreskan dalam buku kehidupan agar dapat kita baca kembali dan bisa kita coret-coret sekendak hati atau robek saja sekalian jika goresan itu benar-benar jelek.

Seperti cerita ini..

Seorang pria mendatangi seorang Guru, katanya “Guru, saya sudah bosan hidup, benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati.”

Sang Guru tersenyum “Oh kamu sakit”.

“Tidak, Guru, saya tidak sakit. Saya sehat, hanya jenuh dengan kehidupan saya. Itu sebabnya saya ingin mati”.

Seolah-olah tidak mendengarkan pembelaannya, sang Guru meneruskan “Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Kehidupan”. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan”.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku”, kata sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi”, pria itu menolak tawaran sang Guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”, tanya sang Guru.

“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, jawab pria itu lagi.

“Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol racun ini… Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang” jawab Guru. “Tetapi setelah kamu minum setengah yang pertama, kamu harus berbuat baik kepada semua orang dan tidak boleh marah, agar racunnya dapat bekerja dengan baik dan kamu mati dengan tenang”.

Kini giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang diberikan oleh Guru tadi. Lalu ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal satu malam dan satu hari lagi ia akan mati. Ia akan terbebas dari segala macam masalah!

Malam itu, ia memutuskan makan malam bersama keluarga di restoran terkenal. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam teraknirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu”. Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya, setelah bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat keluar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya, dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkan istrinya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya dan satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata, “Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini mungkin aku salah. Maafkan aku sayang”.

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini Bos kita kok aneh ya?”

Dan sikap merekapun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istrinya menunggu di teras depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu”.

Anak-anakpun tidak ingin ketinggalan, “Ayah maafkan kami semua. Selama ini ayah selalu tertekan karena perilaku kami”.

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri, tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum sore sebelumnya? Tanpa membuang waktu, ia segera mendatangi sang Guru lagi.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru sudah mengetahui apa yang telah terjadi dan langsung berkata, “Buang saja botol itu. Isinya Cuma air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau benar-benar “hidup” dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupanmu. Leburlah “EGO”mu, keangkuhanmu, kesombonganmu! Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupanmu. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”.

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam dan hari sebelumnya. Ah indahnya dunia ini….!

Yuk kita ACTION:
1. Ini cara paling ampuh buat ngasih energi sepanjang hari, jangan dilakukan kalo nggak percaya hehehehe v(^.^).
Segera setelah bangun tidur
Renggangkan Badan dan tarik nafas dalam-dalam
tersenyumlah seperti bayi
bersyukur dan ucapkanlah “Alhamdulillah”

Lakukan saja selama 7 hari, kalo enak ya terusin sampe akhir hayat. Kuncinya adalah Senyum dan Syukur.

2.Pasang foto kita waktu kecil, foto anak, foto anak orang lain juga boleh. Paling penting foto tersebut sambil senyum hehehe.
Tempel di cermin jadi sambil ngaca sambil senyum ala bayi yang tulus.
nyengir-nyengir sendiri deh hehehehe

3. Praktekin tuh senyum dan sapa setiap orang yang ditemui. Inget dunia adalah cermin diri kita.
Praktekin selama 10 hari, hitung sekarang H-10 terusin sampe 10 Hari ke depan. kalo misalnya ada sehari aja kita nggak senyum, ya ulang lagi donk sampe H-10 hehehehe. Toh senyum adalah sedekah, lumayan buat masukin ke tabungan akhirat kita v(^_^).

H-10 (15 April 2011) Senyum dan Sapa Setiap Hari

H-09 (16 April 2011)

H-08 (17 April 2011)

H-07 (18 April 2011)

H-06 (19 April 2011)

H-05 (20 April 2011)

H-04 (21 April 2011)

H-03 (22 April 2011)

H-02 (23 April 2011)

H-01 (24 April 2011)

Salam Pencerahan,

Navigator sedang mencorat-coret peta diri

Map 1.1 Update 15/04/2011